Pengurus Relawan Jurnal Indonesia (RJI) Sumatera Barat Dilantik dan Gelar Seminar Nasional

  

Setelah melaksanakan konsolidasi dan membentuk Pengurus pada 26 Januari lalu, Relawan Jurnal Indonesia Sumatera Barat melaksanakan pelantikan pengurus periode 2017-2020. Pengurus RJI Sumbar dilantik langsung oleh ketua Relawan Jurnal Indonesia pusat, Andri Putra Kesmawan. Dalam sambutannya, Andri memesankan agar keberadaan RJI Sumbar mampu menjadi jembatan bagi pengalola jurnal ilmiah untuk menggiatkan publikasi sesuai dengan visi didirikannya RJI pertangahan 2016 lalu. Kepada pengurus Andri juga memesankan agar patuh dan tunduk pada AD/ART RJI yang ditetapkan dalam munas pertama di Jogjakarta pada 1-2 Desember 2016.

Firdaus, ketua RJI Sumbar dalam sambutannya mengatakan, tantangan pengelola ilmiah di Sumbar cukup berat karena belum satupun jurnal di Sumbar yang terakreditasi. Ini mengindikasikan bahwa pengelolaan jurnal harus diseriusi, apalagi denga adanya Permendirjen DIKTI No. 1 tahun 2014 tentang tata kelola publikasi ilmiah yang harus dilaksanakan secara daring (online). Aturan ini sudah berlaku efektif sejak April 2016 lalu, sehingga sekarang, tuntutan bagi pengelola jurnal adalah mengerti dengan management penerbitan dengan menggunakan sistem elektronik, terutama menggunakan platform OJS (Open Jurnal System) yang umum digunakan di Indonesia. Selain itu, penulisan ilmiah juga sudah harus menggunakan mesin referensi dalam mengutip sumber untuk penulisan.

Kegiatan pelantikan juga dihadiri oleh Koordinator Kopertis Wilayah X (Sumbar, Riau dan Jambi), Prof. Dr. Herri, MBA yang didaulat sebagai Pembina RJI Sumatera Barat. Pelantikan dihadiri oleh dosen dan mahasiswa dari berbagai kampus di Sumatera Barat dan Kepulauan Riau. Turut hadir dalam kegiatan peneliti dari Balai Riset dan Standarisasi Industri (Baristand) Padang yang merupakan instansi teknis di bawah Kemenprin.

Sebelum pelantikan, kegiatan dimuali dengan seminar nasional tentang publikasi ilmiah dengan tema “Berbagi Gaiatkan Publikasi, Saciok Bak Ayam, Sadanciang bak basi”. Hadir sebagai narasumber dalam seminar tersebut Koordinator Kopertis Wilayah X, Prof. Herri, MBA, Managing Editor IJASEIT (Jurnal Terindeks Scopus), Rahmat Hidayat dan Ketua Koordinator RJI nasional, Andri Putra Kesmawan.

Dalam pemaparannya, Prof. Herri menyampaikan tuntutan publikasi ilmiah bagi dosen yang baru-baru ini diatur melalui Permenristek DIKTI No. 20 tahun 2017 tentang Publikasi Ilmiah. Dalam peraturan ini diatur kewajiban publikasi ilmiah bagi dosen dengan jabatan tertentu. Hal ini menurut Prof. Herri bertujuan untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di Indonesia. Dengan  adanya aturan ini, diharapkan dosen lebih produktif malhirkan karya dan publikasi ilmiah di jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi. “Jangan sampai dosen tidak mau naik jabatan, atau malah ingin turun jabatan karena ingin menghindari kewajiban publikasi ilamiah” tutur Prof. Herri sambil berkelakar.

Rahmat Hidayat berbincang tentang strategi publikasi ilmiah bereputasi internasional dan mengelola jurnal agar bereputasi tinggi. Dalam pemaparannya, Rahmat berbagi pengalamana dalam mengelola jurnal terindeks scopus. Salah satu kunci agar jurnal terindeks scopus menurut Rahmat adalah tepat waktu sesuai dengan jadwal penerbitan. Oleh karena itu, jangan tidak tepat waktu, tegasnya. Selain itu, untuk publikasi di Jurnal bereputasi internasional, kata kuncinya harus patuh dengan gaya selingkung jurnal yang akan dituju. Kebanyakan penulis dari Indonesia menurut Rahmat banyak yang tidak patuh dengan gaya selingkung jurnal, sehingga harus direject sebelum dibaca.

Andri mengupas tentang semangat lahirnya RJI, yaitu upaya untuk bersinergi dan saling membantu meningkatkan publikasi ilmiah di Indonesia. Dalam mencapai tujuannya, RJI tidak membedakan antara kampus negeri, swasta, keagamaan, akademi dan sebagainya, bagi RJI semua kampus adalah sama dalam hal publikasi ilmiah. Sehingga, dalam kegiatannya, RJI melakukan pendampingan bagi pengelola jurnal ilmiah.

Pasca seminar dan pelantikan pengurus, RJI Sumbar juga memberikan pelatihan OJS untuk author kepada peserta seminar. Kegiatan pelatihan difasilitasi langsung oleh ketua RJI Sumbar, Firdaus. Dalam kegiatan pelatihan, Firdaus menekankan perbedaan pemanfaatan OJS oleh penulis (Author) dan pengelola jurnal. Dalam pelatihan tersebut, materi difokuskan pada peran sebagai author. Mulai dari submit tulisan, perjalanan tulisan dalam proses penerbitan, hingga hal-hal teknis yang berhubungan dengan tata cara revisi artikel dalam sistem OJS. Kegiatan pelatihan disertai langsung dengan praktek dengan menggunakan jurnal latihan yang disediakan oleh website RJI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *