RJI Sumbar Isi Ramadhan dengan Literasi Jurnal Ilmiah

Peserta Workshop Literasi Jurnal Ilmiah

Relawan  Jurnal Indonesia (RJI) Sumatera Barat mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan bertajuk Literasi Jurnal Ilmiah. Dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2019 di ruang sidang Rektorat Univ. Baiturrahmah, kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan mutu tata kelola jurnal ilmiah di perguruan tinggi di Sumatera Barat. Kegiatan dilaksanakan dengan bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Baiturrahmah Padang. Kerjasama pelaksanaan kegiatan ini merupakan  yang kedua kali dilakukan antara RJI Sumbar dengan LPPM Baiturrahamah setelah sebelumnya (28 Oktober 2018) juga dilaksanakan kegiatan serupa. Namun, kegiatan kali ini berbeda dengan kegiatan sebelumnya dalam hal materi yang diberikan.

Baca: RJI Sumbar Gelar Workshop Tata Kelola Jurnal Menuju Akreditasi & MoU dengan STIT Payakumbuh

Firdaus, Ketua Korda RJI Sumbar

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan, Firdaus dan Ikhwan Arief yang merupakan Tutor RJI. Firdaus yang juga merupakan ketua Korda  RJI Sumatera Barat menyampaikan dua materi yang berbeda namun saling berkaitan, yaitu manajemen naskah dalam penerbitan jurnal dengan sistem OJS dan optimalisasi layanan Crossref. Di materi pertama, Firdaus lebih fokus pada penjelasan tentang manajemen naskah mulai dari submit hingga publish secara online. “Proses perjalanan naskah yang dibuktikan dengan adanya jejak review dan editing ini yang menjadi poin penting dalam penilaian ekreditasi. Karena jejak review dan editing tersebut yang menunjukkan adanya penjaringan naskah oleh reviewer dan editor” terang Firdaus yang sehari-hari adalah dosen Pendidikan Sosiologi, STKIP PGRI Sumatera Barat.

Di materi kedua, Firdaus lebih banyak menjelaskan DOI (Digital Objek Identifier) yang merupakan salah satu layanan Crossref. Secara rinci Firdaus menjelaskan proses aktifasi DOI, setting DOI dan submit metadata dari OJS ke Crossref. “DOI ini kini menjadi salah satu syarat untuk akreditasi” tambah Firdaus. Selain itu, Firdaus juga menjelaskan bahwa RJI sejak tahun 2018 telah menjadi mitra Crossref untuk layanan DOI.  Dengan menjadi mitra Crossref, RJI membantu pengelola jurnal untuk mengurus DOI. “Urus DOI melalui RJI itu selain mudah juga lebih murah. Annual fee hanya Rp. 500.000/tahun” tukas Firdaus yang merupakan pengelola Indonesian Journal of Religion and Society itu. Jika mengurus  mengurus DOI langsung ke Crossref, tertera di website bahwa annual fee yang harus dibayarkan adalah USD 275/tahun, atau senilai 3.9 juta rupiah lebih.

Layanan RJI: klik di SINI untuk Urus DOI Melalui RJI

Ikhwan Arief, Ambassador DOAJ untuk Indonesia 

Ikhwan Arief, Ambassador DOAJ untuk Indonesia tampil di materi ketiga. Ikhwan meyampaikan materi strategi dan persiapan Indeksasi DOAJ. Dalam paparannya, Ikhwan yang juga tim ahli RJI ini memaparkan kriteria-kriteria yang harus dipenuhi oleh jurnal agar dapat terindeks di DOAJ. Menurut Ikhwan, sangat mudah agar jurnal terindeks di DOAJ. “Cukup penuhi saja kriteria-kriteria yang disayaratkan oleh DOAJ, lalu sediakan link menunya pada halaman jurnal” tegas Ikhwan yang juga dosen teknik Universitas Andalas itu. Ikhwan merinci kriteria-kriteria yang disyaratkan agar sebuah jurnal terindeks di DOAJ, mulai dari website, ISSN, jumlah artikel per tahun, editorial board, lisensi, hak cipta (copyright) dan kriteria lainnya. “Semuanya harus dilengkapi dan disesuaikan dengan ketentuan DOAJ” tukas Ikhwan yang juga pengelola Jurnal JOSI Fakutas Teknik Unand ini.

Tidak hanya menyampaikan materi, di penghujung sesi Ikhwan juga memeriksa dan mengomentari dua jurnal yang mengajukan diri secara sukarela untuk dibedah. Setelah diperiksa, kedua jurnal tersebut disarankan untuk segera mengajukan diri ke DOAJ karena sudah memenuhi syarat. Namun demikian, Ikhwan juga memberikan masukan beberapa perbaikan yang perlu untuk kedua jurnal agar menjadi lebih baik dan lebih mudah untuk diterima di DOAJ.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore ini diikuti oleh 39 orang peserta yang merupakan pengelola jurnal ilmiah dari berbagai kampus di Sumatera Barat dan termasuk Riau. Mereka antara lain berasal dari Universitas Islam Kuantan Sengingi Riau, STIT Payakumbuh, IAIN Batusangkar, IAIN Bukittinggi, UNP Padang, STKIP PGRI Sumbar, Universitas Dharma Andalas, Universitas Baiturrahmah, Universitas Eka Sakti, UIN Imam Bonjol Padang, Universitas Taman Siswa dan kampus lainnya di kota Padang. Peserta sangat antusias dalam mengikuti rangkaian materi karena sangat dibutuhkan dalam praktek pengelolaan Jurnal. Jamal Mirdad, peserta dari IAIN Bukittinggi merasa sangat beruntung mengikuti kegiatan ini “Banyak ilmu yang didapatkan untuk mengelola jurnal di kampus kami” ungkapnya.

Kepala LPPM Universitas Baiturrahmah didampingi Ketua Korda RJI Sumbar membuka acara.

Kepala LPPM Univ. Baiturrahmah, Yulia Rahmad yang merupakan tuan rumah juga mengucapkan terima kasih dalam sambutannya karena kembali dapat bekerjasama dengan RJI dalam kegiatan literasi jurnal ilmiah ini. “Ini adalah kegiatan kerjasama yang kedua kali antara Baiturrahmah dengan RJI” katanya dalam sambutan. Terpisah, Rahmat sapaan akrabnya juga menyampaikan bahwa atmosfir jurnal ilmiah sudah mulai membaik pasca MoU antara Univ. Baiturrahmah dengan RJI. “Semoga trend postif ini terus bertahan, sehingga jurnal-jurnal di Baiturrahmah semakin baik tata kelolanya dan dapat terakreditasi” pungkasnya.

Di penghujung kegiatan, Sekretaris RJI Sumbar Aulia Rahmat  menyampaikan akan ada kegiatan lanjutan dari workshop tersebut. “Yang pasti masih seputaran jurnal dan publikasi ilmiah” ujar dosen Fak. Syariah UIN Imam Bonjol Padang ini merahasiakan bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan. “Tunggu saja tanggal mainnya” kata Bendahara RJI Sumbar, Muthia Damaiyanti menguatkan sambil tertawa renyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *